SeLamaT DaTang Di InDia BoLLyWood


Vrydag, 10 Mei 2013

sinopsis film Ta Ra Rum Pum ता रा रम पम

Ta Ra Rum Pum (Hindi: ता रा रम पम) is a 2007 family-drama that stars Saif Ali Khan and Rani Mukerji in the lead roles. This is the second time the lead pair worked together after the success of their last film, Hum Tum (2004). It was directed by Siddharth Anand, who directed 2005's Salaam Namaste. Ta Ra Rum Pum was a semi-hit at the box office in India. The plot can be compared loosely with that of Will Ferrell's Talladega Nights, as the protagonist has an accident while racing and then makes a comeback destroying his nemesis race driver. Film ini sebenarnya saya tonton sambil ngerjain ini itu, jadi kurang fokus dan agak ketinggalan beberapa bagiannya. Namun meski begitu saya menangkap banyak hal yang berkesan hingga membuat film ini selalu saja terekam dalam memori otak saya. Baiklah, monggo disimak sedikit cerita tentang film bergenre drama keluarga tersebut. Dalam hidup, tak kita tahu apa yang akan terjadi di depan. Jangankan esok, satu menit yang akan datang pun kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Benar rasanya kalau dikatakan hidup itu misteri. Karena yang bisa kita lakukan hanya berencana dan berusaha, tapi tak bisa sedikit pun membuat hasil akhir. Kalau pun memang rencana kita berjalan sesuai harapan, itu karena kebaikan dariNya. Tapi kalau tidak, ya tak mengapa lah. Memang itu yang harus terjadi. Dan yang paling penting, itulah yang terbaik buat kita. Meskipun belum tentu saat itu juga kita bisa menerima dengan lapang dada. Hihi. Aku tidak sedang berkata-kata bijak. Karena aku lebih tahu tentang diriku, Kawan. Betapa masih buruknya perangaiku ini dalam menjalani hidup. Tak terhitung berapa banyak tumpukan keburukan yang telah aku perbuat. Tapi syukur aku panjatkan kepadaNya, karena kemaafan dan keridhoanNya membuat aku masih terlihat baik dimata manusia. Andaikan sedikit saja tabir itu dibuka, entah seperti apa diriku di mata manusia. Terimakasih Ya Rabb, atas kebaikanMu. Semoga Engkau selalu berkenan memaafkan aku. Aku menulis ini karena baru saja aku selesai nonton film Ta Ra Rum Pum. Film India, Kawan. Filmnya Syaif Ali Khan dan Rani Mukhereje. Hehe. Maklum lah, India lovers.  Film yang menghibur. Alur cerita yang bagus. Ah, bagaimana kalau kita bercerita tentang isi filmnya saja. tentang hal-hal tekhnis, aku tak begitu paham. OK? Jadi begini, bermula dari Raj (Syaif Ali Khan) yang mempunyai bakat alami seorang pembalap. Tapi sayang, kesempatan untuk jadi pembalap tak juga mendatanginya. Sebuah kejadian tak terduga mempertemukan Raj dengan seorang manajer balap yang nasibnya juga tidak bagus. Akhirnya, dia beralih profesi menjadi sopir taksi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di taksi itu juga Raj bertemu dengan Shona (Rani Mukhereje) yang pada akhirnya menjadi istrinya. Di awal-awal, film ini bercerita tentang kemenangan-kemenangan, keromantisan-keromantisan Raj dan Shona. Mereka hidup bahagia dan dikarunia dua orang anak, Prince dan Chan. Jalur hidup memang tak selalu mulus. Setelah delapan tahun berjaya di arena balap, Raj mengalami kecelakaan. Dia butuh waktu satu tahun hingga akhirnya bisa kembali lagi ke arena balap. Tapi sayang, Raj masih trauma dengan kecelakaannya satu tahun lalu. Jadilah setiap Raj memacu kendaraannya, dia seperti terlempar lagi ke tragedi satu tahun lalu, yang memaksanya beristirahat total dari balapan. Trauma itu pula yang membuat Raj tidak maksimal dalam setiap pertandingannya. Dari sepuluh kali pertandingan, Raj selalu finish paling akhir. Sungguh menyedihkan. Akhirnya, Raj dipecat dari timnya. Hidup Raj mulai berubah setelah dipecat. Karena ketidakmampuannya dalam memanajemen keuangan, harta Raj habis disita oleh kreditor. Kehidupan yang wah berubah menjadi hidup yang sederhana. Sangat sederhana malah. Raj teretekan, begitu juga dengan Shona istrinya. Dan yang paling tertekan tentu kedua anaknya. Dari kecil mereka sudah tumbuh dalam keberadaan. Tentu susah untuk beradaptasi dengan kehidupan yang serba sederhana. Satu setengah tahun hidup mereka tidak jelas. Raj bekerja serabutan sebisanya. Istrinya, yang pernah kuliah jurusan musik, menjadi pemain piano di hotel-hotel. Satu yang saya suka, istrinya begitu tabah dan sabar menjalani itu semua. Oh, aku jadi mendambakan istri seperti itu. Dia selalu ada untuk suaminya. Tak perduli betapa buruk keadaan suaminya, dia selalu menerima dengan lapang hati. Tak banyak mengeluh. Karena yang ada hanya cinta di dalam hatinya. (So sweeetttt) Tentu tidak mudah dalam keadaan seperti ini. Lebih mudah beradaptasi dengan keadaan berkecukupan, daripada beradaptasi dengan keadaan dari ada menjadi tidak ada. Butuh waktu yang lebih lama. Dan begitu juga yang terjadi dalam keluarga Raj. Hingga suatu ketika, Chan, anak kedua Raj jatuh sakit dan harus di operasi. Tak tanggung-tanggung, biaya yang harus dibayar Raj sebesar 65ribu dollar. Sebagai sopir taksi, tentu sukar sekali mendapatkan uang sebesar itu. Raj pontang-panting kesana kemari. Dia nekat mendatangi mantan boss-nya sewaktu dia masih berjaya di arena balap. Tapi bukan pertolongan yang didapatkan dari bossnya, justeru hinaan dan tertawaan dari mantan rekan-rekannya. Raj sakit hati, dan berjanji, akan membuatnya menyesal di arena balap. Beruntung, mantan manajer Raj berbaik hati membantunya. Akhirnya mereka membuat tim balap mereka sendiri. Raj dan mantan manajernya merekrut teman-teman sopir taksinya untuk menjadi bagian tim mereka. Kalau dalam cerita, disinilah klimaks cerita terjadi. Ini adalah arena hidup mati untuk Chan, anaknya. Bila kali ini Raj memenangkan pertandingan, semua akan menjadi mudah. Tetapi tidak dengan sebaliknya. Rumah sakit hanya memberi tenggat dua hari saja untuk Raj mendapatkan uang 65ribu dollar. Dalam benak Raj hanya terpikir “Menang atau kalah untuk selamanya, tak ada kesempatan kedua”. Lampu penunjuk di arena balap sudah menjadi hijau. Teriakan pembawa acara melengking tinggi, terdengar dari toa yang terpasang di sudut-sudut balapan, menandakan balapan telah di mulai. Mobil-mobil melaju dengan kecepatan penuh. Setiap pembalap berkonsentrasi dengan lintasan dan kendaraan. Para penonton berteriak-teriak histeris. Menyemangati pembalap jagoannya. Di sana, ditengah-tengah penonton, duduk Prince dengan pakaian balap menyerupai ayahnya, sedang memukul-mukul tabla menyemangati ayahnya. Dalam benak Prince sama dengan apa yang dipikirkan Raj, “Ayah harus menang”. Kepalanya ditutupi topi merah. Ekor rambutnya berkibar-kibar tertiup angin. Dia kelihatan cantik sekali. Raj melajukan kendaraaanya dengan tenang. Menyalip satu per satu kendaraan yang ada di depannya. Tetapi Raj masih berada di posisi kedua. Dibelakang Rusty, pembalap yang setahun lalu sengaja menabrak Raj hingga kecelakaan. Raj mencoba membelokkan kendaraannya ke kanan dan ke kiri. Mengecoh Rusty untuk mendapatkan posisi pertama. Tapi Rusty cukup tangguh. Raj terus berusaha. Tak lagi tersisa traumanya. Yang ada hanya pikiran untuk memenangkan balapan atau tidak sama sekali. Sisa di dua putaran terakhir, akhirnya Raj bisa mengungguli Rusty. Mereka saling berkejaran. Raj teringat lagi kejadian satu tahun yang lalu, teringat lagi janjinya pada mantan bossnya yang tlah menghinanya. Darah Raj mendidih. Dendam itu kembali bergolak. Hinaan-hinaan itu terlintas lagi. “Aku akan membuktikan janjiku”. Di putaran terakhir, Raj memposisikan dirinya sama seperti satu tahun yang lalu. Berada di sebelah kanan mobil Rusty, memancing Rusty untuk menabraknya lagi. Dan benar, Rusty terpancing. Dengan senyum penuh kemenangan mobil hitam Rusty terpelanting ke kanan. Menghantam mobil Raj. Hanya sepersekian detik, mobil Raj bisa mengerem dengan sempurna, dan menghindari tabrakan itu. raj tersenyum menang. Sekarang posisinya berpindah di sebelah kanan. Kesempatan emas untuk membalas Rusty. Tidak membuang waktu lagi, Raj menempel mobil Rusty ke kanan. Menubruk dinding pembatas arena balap. Bunga api memercik dari gesekan mobil yang begitu keras. Rusty kaget dengan perubahan yang begitu cepat. Dia tidak siap. Tapi malang, tak cukup waktu untuknya menghindari. Mobil Rusty terpelanting ke udara. Berguling-guling di arena balap. Asap putih mengepul dari mesin mobilnya. Belum sempat Rusty keluar dari mobil, sebuah mobil telak menghajar mobilnya dari belakang. Mobil Rusty meledak berkeping-keping. Kemenangan yang sempurna bagi Raj. Pada akhirnya, cerita ini menceritakan yang baik mengalahkan yang jahat. Ya, benar sekali. Aku terkesan dengan ceritanya, sederhana tapi mengena. Sebuah keluarga yang baik, istri yang baik, anak-anak yang baik, dan ayah terbaik di dunia. Aku berharap kelak bisa membangun keluarga yang baik, dengan pemahaman hidup yang baik. Pesan ceritanya adalah “Memang kita tidak tahu apa yang akan tejadi nanti. Tapi kita tahu apa yang harus kita lakukan ke depannya. Persiapkan lah yang baik, agar tak ada lagi penyesalan di belakangnya. Tidak lucu menyesal berkali-kali”.

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking